Pada Sebuah Hari Di Tanggal Ini

Dear, Kamu yang berulang tahun hari ini. Seperti biasa, kutuliskan sebuah surat untukmu. Namun kali ini sedikit berbeda, aku menulisnya di sini, bukan pada secarik kertas yang kemudian kulipat menjadi pesawat, lalu menerbangkannya ke danau. Sekarang aku tidak ingin menerbangkannya, aku ingin menyimpan dengan rapi, kalau-kalau suatu hari nanti kau ingin membaca semuanya.Ini adalah surat … Continue reading

Dalam Pikiran Yang Masih Setengah Sadar

Setiap pagi, setelah bangun dari sesaat kematian, saya mengumpulkan nyawa yang berceceran di ladang mimpi, dan kerap bertanya dalam hati; Apa kenyataan hari akan berbeda dari sebelumnya? Setiap pagi, sebelum mengunjungi kamar mandi, saya memetik beberapa mimpi indah, lalu memastikannya lekat tersaji di kepala, biar tak hilang ketika saya mencuci muka. Mungkinkah ini akan berhasil, … Continue reading

Senja Dan Sebuah Parodi Kehilangan

Seseorang mendapati dirinya; tengah berperan di panggung senja. Dari satu sudut ke sudut lain, di hampar langit merah tembaga. Penuh antusias, Dia mengikuti cerita yang sedang dikisahkan. Matanya tak berkedip, dari satu babak ke babak lain. Semua terasa begitu nyata. Beberapa kali, angin berusaha merusak tatar rambutnya. Namun tak sekalipun dia pedulikan. Cerita itu telah … Continue reading

Ketika Dia Merasa Bosan

Setiap merasa bosan, dia selalu berkata; Kamu berubah! Saya berusaha keras mengingat, bagian manakah di diri saya yang telah berubah. Saya masih mencintainya, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik, seperti biasanya. Saya pun masih mengharapkannya; untuk menjadi pendamping hidup kelak pada waktunya. Saya pun masih meneguhkan hati dengan setia. Merendahkan pandangan kepada setiap wanita, dan … Continue reading

Pesan-Pesan Singkat Yang Wajib Dia Kirim

— Selamat malam Saya tidak pernah lagi menghitung, yang keberapa kali menerima ucapan ini darimu. Masih tetap sama, selalu mendebarkan. Seperti dulu; ketika saya berulang kali menengok kotak pesan di telepon genggam, mencari tahu apakah ada pesanmu yang sampai. Saya bahkan menghapus semua pesan lain di sana, dan menyisakan tempat untuk pesan-pesan darimu. Sebab kala … Continue reading

Untuk Seseorang Yang Menyuruh Saya Agar Lebih Sering Tersenyum

Saya bukan tipikal yang dapat ramah pada semua orang. Keluarga, dan teman-teman terdekat sudah berulang kali mengingatkan tentang kepribadiaan saya yang satu ini. Entah kenapa; setiap bertemu orang-orang baru, saya lebih sering diam dan tidak suka bicara terlalu banyak. Saya tidak ingin mereka mengetahui ‘siapa saya’ terlalu jauh. Biasanya saya hanya menunggu dan memperhatikan lawan … Continue reading

Entah Kenapa, Sebagian Diri Saya Tidak Pernah Menyukai Hari Jumat

Semasa kanak-kanak, saya tidak menyukai hari jumat. Mama selalu menyuruh untuk pergi ke masjid, di tengah keasyikan saya bermain video game. Saya benar-benar enggan melakukannya. Tapi Ayah, selalu mengiming-imingi dengan janji untuk pergi bersama vespa-nya, lalu mampir ke toko untuk membeli kue-kue kesukaan saya. Cara itu selalu berhasil membuat saya bersemangat untuk pergi bersamanya. Semasa … Continue reading

Ada Yang Bercerita Dalam Kepala Saya Di Senja Hari Ini.

Hari ini, saya merasakan senja begitu semarak. Seseorang bermain-main dalam kepala saya dengan gaduhnya; membuka laci-laci ingatan, mencari-cari catatan lama tentang diri saya. Dia berpindah dari satu laci ke laci lain, mungkin mencari catatan tentang dirinya. Mata saya menerawang jauh ke langit, menuju akhir batas pandangan. Berharap dengan sekejap akan dapat sampai ke sana. Meninggalkan … Continue reading

Malam Sejuk Silam Merajuk

Angin malam meniup sejuk, berbisik lembut bagai sajak. Sebuah cerita hendak dia kabarkan; cerita yang sudah lama saya kuburkan. Dia pun berkisah, tentang dirinya yang tak lagi berkasih. Cintanya patah; sebab takdir menuntutnya patuh. Ada beda yang nyata tersirat, hingga cinta urung tersurat. Kemana lagi dia kan mencari, ataukah dia harus mencuri? Juru selamat, biar … Continue reading

Pikiran Saya Sedang Bermain Petak Umpet Dengan Waktu

Malam masih terlalu dini untuk dilelapkan. Pikiran saya pun masih asyik bermain petak umpet dengan waktu. Lagu-lagu lama yang mengalun pelan dari komputer jinjing, segelas kopi dan beberapa batang rokok menjadi teman, seraya menunggu pikiran saya pulang kepada akalnya. Saya tak ingin sekadar berdiam diri. Pikiran itu kembali mengingatkan saya pada seseorang. Hingga membuat saya … Continue reading