Pikiran Saya Sedang Bermain Petak Umpet Dengan Waktu

Malam masih terlalu dini untuk dilelapkan.
Pikiran saya pun masih asyik bermain petak umpet dengan waktu.
Lagu-lagu lama yang mengalun pelan dari komputer jinjing,
segelas kopi dan beberapa batang rokok menjadi teman,
seraya menunggu pikiran saya pulang kepada akalnya.

Saya tak ingin sekadar berdiam diri.
Pikiran itu kembali mengingatkan saya pada seseorang.
Hingga membuat saya terusik dan menulis beberapa hal tentang dia.

Hal pertama yang paling saya ingat mengenai dia;
dia seorang gadis pemberani namun pemalu.
Dia sangat lantang menyampaikan pikirannya di depan kelas,
namun begitu pemalu saat kami berkumpul dengan teman-teman di kantin.

Saya begitu kagum setiapkali dia menyampaikan pemikirannya kala perkuliahan,
dan tak henti memperhatikan tingkahnya yang kikuk saat menyantap makan siangnya.
Dia benar-benar sudah menyita perhatian saya,
melebihi mata pelajaran teori akuntansi yang begitu membosankan.

Setelah usai jadwal perkuliahan,
ia sering mampir di warung internet sebelah perpustakaan.
Saya pikir dia hendak mencari bahan pelajaran,
namun seiring berlalunya waktu saya tahu kalau ia pergi bermain game online.
Ya, dia sangat menggilai permainan itu.

Dia bisa menghabiskan berjam-jam waktunya di sana,
dan bergegas pulang ketika adzan maghrib berkumandang.
Meski sebenarnya ia sering takut untuk pulang setelah sore,
dikarenakan angkutan kota tergolong rawan dengan pencopetan.
Namun ia selalu berusaha memberanikan diri.

Saya berpikir hidupnya begitu menyenangkan.
Berasal dari keluarga yang sangat berada,
memeiliki kecerdasan intelektual,
serta mempunyai paras yang menawan.
Tak salah ia menjadi populer,
dan digandrungi banyak mahasiswa.

Nanti siang mampir ke warnet gak?
Jantung saya mau copot rasanya,
tiba-tiba saja gadis itu menyapa di suatu pagi,
mengagetkan saya yang tengah sibuk menyalin pekerjaan rumah.

Belum tahu. Memangnya kenapa?
Saya berusaha keras agar suara saya terdengar biasa.
Ia tersenyum dengan lesung di pipinya.
Aku yakin, kamu pasti ke sana. Nanti saya ke sana jam dua.
Ujarnya, lalu berlalu ke tempat duduknya.

Oh tuhan. Apa dia juga memperhatikan saya?
Apa dia menyadari kalau saya membuntutinya belakangan ini.
Oh tidak. Muka saya pastilah memerah saat itu.
Pertanyaan-pertanyaan terus muncul dalam pikiran saya.

Begitulah, awal dari kisah kasih kami.
Seorang mahasiswa yang terkenal cuek,
menjalin cinta dengan mahasiswi populer.
Apa kata dunia?

Dunia merespon dengan berbagai sikap.
Ada yang mendukung, serta tak seditkit yang mencemooh.
Namun bagi kami, semua hanyalah kerikil,
di sepanjang jalan cerita cinta ini.

Kami bertahan dengan perasaan yang saling menguatkan.
Masalah datang silih berganti.
Hingga memuncak dari pertentangan dua keluarga,
karena sebuah alasan klasik; beda keyakinan.
Namun nyatanya kami masih bisa bertahan,
tak sedikitpun goyah dengan keyakinan cinta kami.

Tapi kami tidak sekuat yang kami pikirkan.
Di luar sana, ada yang memiliki kuasa lebih.
Takdir, ia memisahkan saya dengan gadis itu.

Sebuah guncangan hebat di kota kami, dan game online,
membawanya pulang ke rumah Tuhan.
Tubuhnya yang mungil, tertimbun reruntuhan bangunan warnet.
Pada sebuah hari yang saya menolak untuk menemaninya bermain.

Ah. Pikiran, kenapa kamu selalu suka bermain ke hari itu.
Lekaslah pulang, saya tak ingin mengusik gadis itu terlalu lama.
Ia pasti ingin segera beristirahat di ranjang surganya.

Dan untukmu di sana.
Maafkan, saya masih saja mengusik ketenanganmu.
Damailah kamu dalam pelukan Tuhan.
Kemarin, saya mengirimkan sebuah telur paskah untukmu.
Semoga kamu senang menerimanya.

Terakhir, saya harap kamu tidak keberatan,
sebab saya menuliskan pikiran ini,
dan mungkin saja ada seseorang di luar sana yang membacanya.
Saya yakin, kamu pasti tidak keberatan.
Bukankah kamu selalu bilang;
ingin saya terus menulis.

Selamat malam, lumba-lumba.
Selamat berenag di laut kenangan saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: