Telur Untukmu

Kuterima pemberianmu;
telur paskah-ku yang pertama.
Berwarna merah jambu,
berhiaskan seutas pita.

Kenapa?
tanyaku sedikit heran.
Perlukah kamu bertanya?
jawabmu penuh kelembutan

Tak puas,
aku bermaksud kembali menyela.
Kau mencegah dengan lugas,
lewat sebuah ciuman yang tanpa jeda.

Ingatlah akan hari ini,
bisikmu di telingaku.
Tentang aku yang mencintai,
dirimu dengan segala aku.

Sekarang,
aku kembali mengingat semua.
Tentang dirimu sayang,
serta segala yang terjadi di antara kita.

Telur itu telah tiada,
menetas lalu hidup bersamamu.
Dalam kemegahan surga,
sejatinya kampung halamanmu.

Berbahagialah,
sebagaimana aku.
Menggenggam tanpa lelah,
janji terakhir untukmu.

Untukmu,
aku hadiahkan sebuah puisi sederhana.
Selamat paskah cintaku,
ini telurku yang merah muda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: