Tak Semanis Drama Korea

“Awas saja kalau berani selingkuh sama pembantu sebelah, nasibmu akan seperti itu.” da terkekeh, ketika menonton aksi pendekar wanita di drama Korea. “Ditusuk sama pedang akunya?” “Iya, aku itu bukan wanita lemah yang bisa kamu bodohi.” “Kebanyakan nonton kamu. Sudah, aku mau mandi. Sebentar lagi jam pulang kantor.” *** “Panas telingaku menguping obrolan mesra kalian, … Continue reading

Bukankah Kita Bercinta Setiap Harinya?

“Lihat kelakuan mereka.” “Kenapa? Apakah kamu merasa cemburu?” “Tidak.” “Lantas? Ayolah, mengaku saja.” “Ini sungguh sangat tidak adil. Aku benar-benar iri pada orang-orang itu.” Ia tertawa. “Sepertinya perasaanmu sedang tidak bagus hari ini.” “Jangan mengejekku. Coba kamu bayangkan, sudah berapa banyak malam minggu yang kita lalui seperti ini saja?” “Aku mengerti apa yang kamu maksud” … Continue reading

Ah, Sialan!

“Bagaimana setelah hari ini?” “Bahkan aku tidak berani membayangkannya.” Ujar gadis itu seraya menghela nafasnya. “Memang sulit dibayangkan. Sedari awal harusnya memang diakhiri.” “Apakah kau menyesali segala yang telahh terjadi?” Matanya menerawang kosong padaku.. “Tidak. Aku tidak pernah menyesalinya. Hanya saja, aku merasa sedikit kecewa.” “Sudah kuduga.” “Maksudmu?” “Cinta itu bukannya tanpa pilihan. Namun seringkali … Continue reading

Lebih Dari Penjajah

“Permisi Mbah, sepertinya Si Mbok harus segera dipindahkan”. “Memangnya kenapa harus dipindah ya, Pak?” Mbah Tardjo bertanya dengan reaksi penuh rasa heran. “Terpaksa Mbah, pemakaman ini akan segera digusur. Pemerintah berencana mengembangkan daerah ini. Jadi makam ini harus segera direlokasi.” ***** “Jadi ini balasan kalian?” Dalam usia 83 tahun, masih tampak keberanian seorang prajurit dalam … Continue reading

Tapi Tidak Untuk Cintaku

“Bagaimana perasaanmu sekarang?” Ia melirikku, sambil merapikan gaun pengantinnya. “Tentunya aku sangat berbahagia. Pasti begitu kan? Liriknya kembali padaku yang sedari tadi tak berkedip memperhatikannya. “Kenapa diam saja? Apa aku begitu cantik dengan gaun ini, hingga membuatmu terpesona dan kehilangan kata-kata?” Perlahan ia mendekat, lalu sejurus mendaratkan bibirnya di bibirku. Tetiba saja, aku menjadi sangat … Continue reading

Satu Hari Sebelum Masa Depan

Tiada satupun kebetulan dalam hidup. Semua sudah ada dalam skenario takdir. Dari surga, Tuhan menyutradarai setiap kejadian. Hal itulah yang selalu diyakini oleh Hanna — gadis muda yang tak sulit untuk saya temukan keberadaanya di kerumunan manusia ini. Ia sedang duduk di sebuah kursi, dekat pintu kedatangan dalam negeri. Matanya bergerak liar, menatap jam tangan, … Continue reading

Cinta Segitiga

Diam-diam, aku membuntutinya. Langkah gadis itu kian cepat, tergesa-gesa. “Selingkuhannya pasti sudah menunggu!” Ia berbelok masuk ke dalam lift. Sial, tak mungkin aku mengikuti ke sana. Tak hilang akal, aku berlari menuju tangga. “Aku harus mendapatkannya!” Kemana dia. Aku kehilangan jejak. Kamar yang mana? Kususuri lorong remang hotel. Sambil mengingat-ingat pesan pendek yang kubaca di … Continue reading

Salah Siapa?

Lelaki itu memeluk dari belakang. Si gadis tersenyum; bersandar di dadanya. Perasaanku tak menentu ketika menyaksikannya. Aku tak suka situasi ini. Kemesraan mereka membuatku marah. Namun aku tak bisa berbuat apa-apa. Hanya berusaha tetap tersenyum. “Kau tampan sekali, Sayangku.” Ujar si gadis dengan mesranya. Aku bergidik mendengarkan. Lelaki itu kian merapatkan pelukannya, seolah tak ingin … Continue reading

Pertemuan Untuk Perpisahan

Ia masih cantik seperti dulu. Senyumnya yang dingin dan beku, membuatku terkenang pada pertemuan terakhir kami. Tak banyak yang kuingat dari kejadian beberapa bulan lalu. Selain rasa canggung dan keasingan. Bagaimana tidak, setelah lima tahun menjalin cinta, kami harus berpisah karena ia dijodohkan. Situasi yang sulit. Hingga akhirnya kami menyerah, lalu memutuskan untuk berpisah. “Kami … Continue reading

Bahagialah, Karena Aku Mencintaimu

Aku terus melempar senyum pada mereka yang hadir. Sesekali kulirik jam tangan, makin tak sabar rasanya menanti penghulu datang. Gadis itu tersenyum padaku. Ia begitu cantik dalam balutan gaun pengantinnya. Jantungku berdegup kencang. Aku merasa gugup, melebihi saat pertemuan pertama kami dulu. Sudah tiga tahun berlalu semenjak peristiwa itu. Di matanya kulihat kebahagiaan terpancar. Aku … Continue reading