Tertangkap Basah

“Dasar jalang!! Tidak pernah bisa melihat lubang menganggur”, tiba-tiba ia menghardikku. “Tapi sayang…”, aku berusaha menjelaskan keadaan sebenarnya. “Apa, kau tak suka dengan perkataanku? Atau mau berkelit dengan berbagai alasan! Kemarin aku masih coba menahan diri, tapi tidak kali ini. Karena aku sudah melihat dengan mata dan kepalaku sendiri. Kau bersetubuh dengannya”, ia tak memberiku … Continue reading

Suka Tapi Tak Ingin

“Jangan sampai kesana!”, kutepis tangannya yang menyusup ke dalam rokku”. “Kenapa Ratna? Kamu tidak suka?”. “Aku wanita normal, tentu aku menginginkan itu, tapi tidak dengan cara seperti ini”, ia menatapku tajam. “Ayolah Sayang?”, ia mendorongku hingga tersungkur di sofa. “Stop, hentikan!”, tapi ia sama sekali tak peduli dengan penolakanku, tangannya telah sampai di selangkanganku. “Cukup, … Continue reading

Cindy Sayang Papa

“Sayanga, aku berangkat ke kantor dulu”. “Hati-hati Sayang”, kucium mesra bibirnya. ***** Aku baru saja tersadar dari bius seusai operasi. Kurabai daerah selangkangan, dan hatikupun langsung lega. “Kini aku bisa membahagiakanmu seutuhnya”, kulirik papa tertidur di kursi pengunjung rumah sakit. ***** “Gila kamu Rendi, hal begini saja sudah sangat tidak normal”. “Lantas kenapa? Aku ingin … Continue reading

Sampai Kapan?

“Mau pakai punya saya Bu?”, seorang pria menyodoriku sehelai sapu tangan. “Terima kasih Nak”, aku tersenyum seraya melempar senyum padanya. Ia membalas dengan senyuman yang ramah, begitu hangat. Kami mulai berbicara banyak hal menjelang senja, tepatnya aku menceritakan keluh kesah yang sedang kualami saat ini. Dia adalah pendengar yang baik, itu kesan yang kutangkap darinya. … Continue reading

Nona

“Aku mencintaimu, izinkan aku menjadi Ayah bagi anakmu”, ia hanya diam, menekuk wajahnya. ***** Namaku Adam, 18 tahun. Sementara wanita itu adalah Nona, 24 tahun, anak majikan di tempatku bekerja sebagai tukang kebun. Nona gadis yang cantik dan menarik, terlebih lagi ia sangat baik terhadapku. Semua itu buatku jadi melunjak, aku tertarik padanya. Bahkan sangat … Continue reading

Maaf

“Tuh kan, lipstikku jadi berantakan!”, aku melotot padanya. “Tapi aku masih ingin bersamamu Sayang”. “Lihat, jam berapa ini, aku bisa telat ke kantor”, kuhindari bibirnya yang terus coba mencium. “Apa masih kurang semalaman kau menikmati tubuhku, biarkan aku bekerja sekarang?”. “Nanti aku pulang cepat, kau bisa mendapatkan semuanya, tidak hanya bibirku!!”, akupun bergegas meninggalkannya. ***** … Continue reading

Apa Ada Bedanya?

“Apa-apaan ini Siska!! Jadi kamu adalah anak dari wanita ini? Batalkan semua rencana ini, aku tidak rela anakku menikah denganmu. Apalagi berbesan dengan seorang germo seperti Ibumu”. “Aku memang seorang germo yang hina, sampah masyarakat. Lantas kau ini harus disebut apa? Pria hidung belang yang suka mengencani pelacur-pelacur di tempatku, mencari kesengan. Apa istri dan … Continue reading

Maafkan Aku Rina

“Jadi siapa yang kelak menjadi temanku di rumah, Pa?”, istriku Rina berusaha tegar menanggapi niatanku. ***** “Selamat Pak Toro, Anda akan segera menjadi Bapak”, kugenggami tangan Winda. Aku benar-benar bahagia mendengar perkataan Dokter itu. Impianku akhirnya dapat terwujud. ***** Makan malam kali ini terasa begitu hangat, tampak binar kebahagiaan di wajah Winda. Sementara Rina, seperti … Continue reading

Prasangka

“Sial, ini balasannya. Dasar perempuan tak tahu diuntung!” Aku mengumpat dalam hati atas semua keburukan yang menimpaku saat ini. ***** “Hai Ben”, kudengar suara lembut seorang perempuan menyapa. “Hai juga, Beb, tumben nangkring di sini?” “Iya nih, anak-anak pada gak keliatan batang hidungnya. Mungkin pada kena wabah jerawat kali ya, jadi gak pede seliweran di … Continue reading