Tiga Kamu

kuberikan padamu setengah dari kebahagiaan yang hari jadi milikku jangan menuntut keseluruhan sungguh aku belum siap mati untuk itu sebab mencintaimu adalah perjalan maha panjang dari jalan rindu hingga ke simpang ragu maka berilah aku waktu yang lapang biar kugenapkan semua cemburu yang di hatimu mulai meradang dengan jerih hasil pencarianku dari membanting tulang menujumu … Continue reading

Satu Kata, Dua Kata, Tiga Kita

Aku sedang melangkah pada sisi jalanan yang tengah ramai dengan hilir-mudik kendaraan, di antara beragam orang yang lalu-lalang. Wajah mereka tak ubahnya layar televisi yang tengah menampilkan pentas drama di dalam kepalanya. Beberapa dari mereka terlihat murung, sepertinya nasib buruk menjadi pemeran utama drama hari ini. Langkah mereka yang tergesa, seolahΒ  menyiratkan hendak melarikan diri, … Continue reading

Dan Begitulah

/1/ sebelum percakapan ini kita sudahi ada sebuah hal yang ingin kuketahui ujarnya selepas kembali dari diam dan sejenak mengehela nafas sebelum melanjutkan bagaimana bisa memulai sesuatu sedang kita telah mengetahui dengan pasti apa yang akan terjadi pada akhirnya? sebagaimana hidup jawabku bahkan pada hari kelahirannya kematian telah dipersiapkan pada suatu ketika yang entah namun … Continue reading

Jadi Tuhannya Siapa Dong Om?

Tadi pagi saya mendapat sebuah pertanyaan yang cukup menggelitik, dari seorang bocah kelas dua sekolah dasar. Sebut saja namanya Budi. Tempat kejadian perkaranya di teras rumah. Ketika saya sedang ngopi pagi, dan bocah itu sedang menunggu mobil jemputan sekolah. Di sinilah segalanya bermula… “Orang menikah itu karena cinta, atau karena takdir sih Om?” “Wuidih, berat … Continue reading

Mata dan Telinga

tak perlu menutup telinga; dengarkan saja kata mereka. dan tentang kita, mari dibicarakan bertiga dengan waktu. *** berkaca pada masa lalu tidak menjadikanmu lebih cantik, cintaku. mendekatlah, bercermin saja di mataku, ada masa depan yang tengah menanti untuk kau dandani. *** akan kujatuhkan cinta; sedemikian dalam, hingga ke dasar lelapmu. maka bangunlah, ketika rindu terbit … Continue reading

Semu Bertemu

Ialah masa; Hamparan padang luas tanpa batas, padanya kejadian demi kejadian tumbuh, mengakar ke dalam ingatan, menjulang tinggi hingga langit kenangan. Adalah rasa; Pahit dan manis berucap salam, seraya memperkenalkan diri. Berilah senyum pada kawan baru, baik buruknya itu perkara nanti. *** Anak-anak kecemasan mulai terbangun, dari tiap-tiap mimpi buruk yang kau kutuk. Wajah-wajah mereka … Continue reading

Pada Satu Waktu Sebelum Selamanya

di satu waktu sebelum selamanya; semua yang kita sebut kebetulan, akan menjelma kebenaran bagi hari ini, baik buruknya, adalah kejutan yang kerapkali gagal untuk kau tebak.

Ingat, Ingatlah

untuk selalu mengingatmu, adalah sebaik-baiknya caraku melupakan ketiadaanmu.

Berai

pada tiap-tiap rencana baik yang kini sedang kau rangkai, sesungguhnya aku telah menjelma tepi-tepi yang kelak pasti kau urai; sebagai harap-harap yang tak kunjung usai, dalam sepi-sepi yang tak pernah pasai

Lingerie

hei kantuk! sesekali datanglah kamu dalam rupa cinta pertamaku. kenakan daster tipis, kemudian tarik aku ke dalam dadamu hingga lelap. tidak masalah, jika kau ingin mengecupku seberapapun yang kau mau sebagai imbalannya. sebagaimana ciuman kami dahulu, yang ia minta sebagai upah atas kesetiaannya menungguku yang terlalu lemah di depan wanita.