Jawaban Untuk Pesanmu Di Senja Ini

Sebuah pesan pendek darimu. Saya baca dengan penuh debar, dan perasaaan tak menentu. Ada gundah tertulis di sana, tentang rumitnya hati yang tengah kamu alami saat ini.

Hey, Nona! Tengoklah saya sebentar saja. Tidakkah kamu mengetahui; hati saya bukannya sedang baik-baik saja.

Namun seperti biasa, saya tidak pernah bisa memuntahkan semua kepadamu. Saya hanya memendamnya seorang diri, dan berusaha terlihat baik-baik saja seperti yang kamu pikir.

Apa yang sekarang kamu minta dari saya? Maaf dan keikhlasan untuk ingkarmu yang kesekian kalinya?

Saya benar-benar tidak paham akan yang sebenarnya direncanakan oleh takdir. Pernah ia begitu ramah pada saya, lalu memberikan murka dengan begitu tiba-tiba.

Saya mulai terbiasa dengan kesendirian, sebelum pesan kamu mampir di ponsel saya.

Pergilah, seperti yang dulu kamu lakukan. Saya tidak akan menahanmu serupa sebelumnya. Sebab, saya telah menyerahkan segala perkara tentang kamu kepada-Nya.

Semua ini sudah tidak berarti lagi untuk saya. Mengadulah pada Tuhanmu, lalu mintakanlah maaf untuk semua salahmu.

Sempat saya berpikir untuk menjeratmu; dengan segala daya dan tipu daya, namun tak sekalipun saya melakukannya. Karena semua hanyalah kesemuan belaka. Kamu cukup dewasa, untuk memilah baik dan buruknya pilihan.

Tak perlu lagi memilih saya, dan janganlah memohon pada saya untuk memberi doa kebaikan. Saya telah melepaskan kamu.

Saya akui, masih begitu nyata perasaan untukmu. Cintamu, terlalu besar untuk saya sirnakan dalam sekejap. Tetapi saya pun menyadari, semua merupakan siasat waktu untuk menjatuhkan saya kembali ke lumur luka.

Berpalinglah, lalu bersandinglah dengan seseorang yang lebih baik dari saya. Semua janji terdahulu, pasti akan terkikis jua oleh waktu.

Biarkan saya menjalani hidup dengan sebaik mungkin. Bukankah Tuhan, punya rahasia di balik setiap kemalangan. Saya mempercayainya, dan meminta segala yang sarat makna untuk hidup saya.

Malam segera tiba, pulanglah. Sebelum kamu tersesat dan kembali berdiam di ingatan saya.

Andai saja, saya mampu menuliskan semua itu. Andai, oh andai. Nyatanya, tak sepatah katapun yang mampu saya tulis untuk membalas pesanmu.

Advertisements
Comments
2 Responses to “Jawaban Untuk Pesanmu Di Senja Ini”
  1. hamdanieva says:

    Sedih tapi keren πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: