Last Pretence

Seseorang di sana. Tubuhnya gemetar; menengadah kepada langit. Mengumpulkan sisa-sisa keangkuhan yang masih dimilikinya. Tidakkah kau hendak menununjukan sedikit saja empati pada kemalanganku ini? Hah?? Lantang, hardiknya. Dan bulan itu! Apa kau bermaksud mengejekku? Kau ingin semua penghuni bumi mengetahui perkara mendung di mataku ini?? Bintang-bintang berkedip silih berganti. Sepertinya mereka sedang bersusah payah untuk … Continue reading

Malam Me(nu)nggu

Ngomong-ngomong, sekarang ini hari sabtu ya? Kabar-kabarnya sih; nanti itu bakal ada yang namanya malam minggu ya? Phew… Hehehe… Ngomong-ngomong (lagi nih), udah berapa kali malam minggu sih sejak kita berjauhan gini? Lama banget ya pastinya. Jadi kangen. Kangen sama pertengkaran kecil waktu mutusin film yang mau di tonton. Atau nentuin tempat makan malam setelahnya. … Continue reading

Selalu dan Selalu

Hidup mungkin tak pernah mudah, saat kita masih saja memeluk erat kisah yang tak sudah. Bayang-bayang menjadi terlalu hitam, di setiap langkah yang menapak menjauhi masa silam. Sedang pagi terus menjadi mimpi teramat menakutkan, bagi kenyataan yang gagal menautkan. Ingatan-ingatan mencoba mengemis di hadapan hari, mengharap ramah belas kasihnya kepada hati. Kesetiaan larut dalam dunianya … Continue reading

Kamu Jangan Nakal Ya

Hey, lebah madu 🙂 Kali ini, saya tidak akan menanyakan kabar mu. Bukan, bukan karena saya tidak ingin mengetahuinya. Hanya saja, saya sangat yakin kamu sedang sangat bahagia sekarang. Dari sini, saya bisa melihat dengan jelas kamu tersenyum. Sebuah senyum yang selalu saja bisa meluluhkan, dan mengundang untuk dirindukan. Benar begitu, bukan? Ah, sepertinya saya … Continue reading

Di Belakang Saya, Kamu.

Apa kabarnya, hey Kamu, mantan kekasih? Bagaimana keadaanmu sekarang ini? Masihkah sama seperti sebelumnya? Menyulam sesal dari rapuhnya ingatan silam? Semoga saja tidak. Sayapun tidak yakin. Sebab jujur, saya belum sepenuhnya bisa memahami; waktukah yang begitu tergesa meninggalkan saya, ataukah saya yang terlalu ceroboh mengabaikannya? Dan kamu, berada di bagian yang manakah kamu pada keduanya? … Continue reading

Saya Datang Kembali

Dan datang lagi sebuah kesempatan bagi saya untuk menuliskan surat kepadamu, Ne. Masihkah kamu mengingat saya? Seorang lelaki yang pernah menggugatmu bersama cemburunya? Sudah selang begitu lama rasanya, semenjak surat terakhir yang saya kirimkan. Selama ini, saya terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran sendiri; sembari memperhatikanmu di garis waktu. Acapkali, saya berkeinginan untuk menyapamu di sana. Namun … Continue reading

Tak Sudah

Sampai kapankah, engkau akan menjadi ketegaran yang mengasihani dirinya sendiri? Atau menjadi kekuatan di atas gemetaran kaki-kakimu menapaki jalan-jalan takdir. Kita sudah terbiasa menjadi orang lain; orang lain yang menolak memahami apa yang sebenarnya kita inginkan. Berpura-pura tak acuh, seolah tak peduli. Kehidupan menjadi tokoh antagonis yang acapkali dipersalahkan. Bersama-sama dengan waktu, mereka menjadi momok … Continue reading