Hujan Dalam Hujan

Bermandikan rinai hujan Mata ini bertatapan Lalu bibir saling menautkan Sekejap terbuai dalam pergumulan Tak peduli raga yang kebasahan Sebab rindu mendamba kehangatan Lama sudah memendamkan Jauh telah mengendapkan Angan urung untuk ditahan Ingin melaju tak terhentikan Hati berkehendak melawan Namun birahi menjelma tuan Jadilah kami bocah ingusan Melenguh dalam erangan Lepas segala ikatan Hasrat … Continue reading

Mukjizat Untuk Siapa?

Tiga Hari Menjelang Wisuda “Tenang saja, sayangku. Yang terpenting sekarang, persiapkan dirimu sebaik mungkin. Aku pasti akan selalu bersama denganmu.” Kubaca lagi sms itu, kata-katanya selalu saja bisa menenangkanku. “Aku akan mempersiapkan yang terbaik. Untukmu, cintaku.” Kukirimkan balasan padanya. Aku benar-benar menantikan acara wisuda ini. Wisuda yang awalnya tidak pernah terbayangkan. Bagaimana tidak, hukum bukanlah … Continue reading

Aku Bukan Untukmu

Dua hari kemudian “Jadi kau tetap diam dan tidak mau memberi penjelasan?” Aku hanya diam, benar-benar tidak tahu harus mejawab pertanyaannya. “Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Terima kasih untuk semua perbuatanmu.” Gadis itu bergegas pergi. Hari itu “Maaf, aku tidak bisa menerimanya jadi istriku.” Sontak semua tamu yang hadir heran mendengar jawabanku. “Apa maksudmu, … Continue reading

Bukan Sajak, Pun Puisi

Kuseduhkan secangkir kopi hangat, sebagai teman untuk menjelajah malam. Wanginya mengundang kerinduan, usik kenangan dari lelap tidurnya. Sekejap aku terbuai, melupakan waktu yang berjalan sendirian. Di langit kelam menyelemuti, bersama kabut bersekongkol menyergap, pekat menjerat. Kusulut sebatang rokok, sekedar suar penunjuk arah. Kemudian hujan, meluruh bersama angin yang lalu lalang, meniupkan beku yang kian menggerogoti. … Continue reading

Berpacu Di Jalanan

“Aman, Bro?” “Tenang, buruan. Gue juga ga tahan nih.” “Santai, Bro, nanggung nih.” *** “Sumpah demi apapun, aku tidak pernah berhubungan dengan lelaki lain.” “Lantas, bagaimana mungkin kau hamil. Apa Jibril yang menitipkanmu bayi itu? Aku tidak sebodoh itu!” *** “Sepi amat. Laki semua, kalaupun cewek paling banter emak-emak.” “Hahaha. Sabar, Bro. Belum rejeki kita.” … Continue reading

Masa Orientasi

Kukecup bibir mungilnya. “Kau manis sekali.” “Aku takut ketahuan senior yang lain, Kak.” Ia tampak cemas. “Tenang saja, takkan ada yang tahu. Lagipula aku ketua panitia masa orientasi.” Ia mengangguk, berangsur tenang. Kali ini aku lumat bibirnya lebih lama, ia mulai merespon, tak lagi pasif seperti tadi. “Jangan Kak.” Sergahnya ketika aku mulai membuka kancing … Continue reading

Di Sela Upacara

Aroma minyak angin menusuk hidung, pelan-pelan kubuka mata. “Kau pingsan saat upacara.” Dido, teman sekelasku, menemaniku di ruang kesehatan. ***** Kurasakan sepasang tangan bermain di selangkanganku, dan lidahnya menjilati dadaku. “Dido, jangan!” Teriakku, namun suaraku terlalu lemah untuk menghentikannya. Aku berusaha melawan, namun sia-sia. “Tenanglah, sebentar saja. Hanya sampai upacara selesai.” ***** Kepala sekolah duduk … Continue reading

Andai Saja

“Kek, cocok gak?” Aku tersedak, kenapa jaket almamater itu bisa ditemukan oleh cucuku. “Sedikit kebesaran.” Jawabku. “Tadi aku tak sengaja menemukannya di gudang ketika bermain.” Ia tersenyum ke arahku. Sejak dikembalikan oleh Pratiwi — mantan pacarku, jaket itu kusimpan di gudang. Sebab banyak kenangan buruk ada bersamanya. “Oh iya, Kek. Ini ada surat di dalamnya.” … Continue reading

Cintaku Jauh Di Pulau

Cintaku jauh di pulau,  gadis manis, sekarang iseng sendiri. Perahu melancar, bulan memancar,  di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.  Angin membantu, laut terang, tapi terasa  aku tidak ‘kan sampai padanya.  Di air yang tenang, di angin mendayu,  di perasaan penghabisan segala melaju. Ajal bertakhta, sambil berkata:  “Tujukan perahu ke pangkuanku saja.”  Amboi! Jalan sudah … Continue reading

Pernikahanku

Di hari yang istimewa ini, calon suamiku terlihat begitu tampan, setelan jas yang ia kenakan kian menambah pesona dirinya. “Tidak sia-sia aku memilihnya.” Gumamku dalam hati ketika ia mulai menjabat tangan penghulu. Sekarang tibalah saat yang paling menegangkan, ritual sakral dalam prosesi pernikahan; ijab kabul. “Saya terima nikah dan kawinnya Ananda Fitri Binti Sulaeman Yazid … Continue reading