Dalam Pikiran Yang Masih Setengah Sadar

Setiap pagi,
setelah bangun dari sesaat kematian,
saya mengumpulkan nyawa yang berceceran di ladang mimpi,
dan kerap bertanya dalam hati;
Apa kenyataan hari akan berbeda dari sebelumnya?

Setiap pagi,
sebelum mengunjungi kamar mandi,
saya memetik beberapa mimpi indah,
lalu memastikannya lekat tersaji di kepala,
biar tak hilang ketika saya mencuci muka.
Mungkinkah ini akan berhasil,
dan serta-merta akan menjadi nyata?

Setiap pagi,
dua doa perihal kebaikan saya mintakan;
menjauhkan saya dari kenyataan pahit,
dan mendekatkanmu dalam mimpi yang manis.
Manakah di antara keduanya,
yang lebih Dia senangi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: