Dalam Pikiran Yang Masih Setengah Sadar

Setiap pagi, setelah bangun dari sesaat kematian, saya mengumpulkan nyawa yang berceceran di ladang mimpi, dan kerap bertanya dalam hati; Apa kenyataan hari akan berbeda dari sebelumnya? Setiap pagi, sebelum mengunjungi kamar mandi, saya memetik beberapa mimpi indah, lalu memastikannya lekat tersaji di kepala, biar tak hilang ketika saya mencuci muka. Mungkinkah ini akan berhasil, … Continue reading

Senja Dan Sebuah Parodi Kehilangan

Seseorang mendapati dirinya; tengah berperan di panggung senja. Dari satu sudut ke sudut lain, di hampar langit merah tembaga. Penuh antusias, Dia mengikuti cerita yang sedang dikisahkan. Matanya tak berkedip, dari satu babak ke babak lain. Semua terasa begitu nyata. Beberapa kali, angin berusaha merusak tatar rambutnya. Namun tak sekalipun dia pedulikan. Cerita itu telah … Continue reading

Malam Sejuk Silam Merajuk

Angin malam meniup sejuk, berbisik lembut bagai sajak. Sebuah cerita hendak dia kabarkan; cerita yang sudah lama saya kuburkan. Dia pun berkisah, tentang dirinya yang tak lagi berkasih. Cintanya patah; sebab takdir menuntutnya patuh. Ada beda yang nyata tersirat, hingga cinta urung tersurat. Kemana lagi dia kan mencari, ataukah dia harus mencuri? Juru selamat, biar … Continue reading

Telur Untukmu

Kuterima pemberianmu; telur paskah-ku yang pertama. Berwarna merah jambu, berhiaskan seutas pita. Kenapa? tanyaku sedikit heran. Perlukah kamu bertanya? jawabmu penuh kelembutan Tak puas, aku bermaksud kembali menyela. Kau mencegah dengan lugas, lewat sebuah ciuman yang tanpa jeda. Ingatlah akan hari ini, bisikmu di telingaku. Tentang aku yang mencintai, dirimu dengan segala aku. Sekarang, aku … Continue reading

Siapakah Kamu?

Siapakah kamu? Gadis yang selalu bermenung dalam pikiranku. Siapakah kamu? Gadis yang selalu bernaung dalam sepiku. Siapakah kamu? Siapakah kamu? Lama aku memperhatikan Hingga akhirnya kini mempertanyakan Siapakah kamu? Aku merasa mengenalmu Namun tidak terlalu Kau serupa dengan dia yang dulu Seseorang dari masa lalu Siapakah kamu? Kau kah itu? Aku pernah mencintainya Dan terluka … Continue reading

Catatan Bulan Tua

Kantong kian menipis Sebab gaji yang mulai habis Untuk menebus janji manis Dari bibir seorang gadis Kini terpaksa gigit jari Menunggu bergantinya hari Dalam hampa saya sendiri Kawan pun sukar di cari Sesal takkan membantu Hanya membuat akal buntu Semua gegara kepala batu Tak pernah belajar dari waktu Saya bukan mengeluh Ini hanya semacam suluh … Continue reading

Senja Dan Penyair Gadungan

Dipilahnya kata demi kata Jauh dari indah, teramat biasa Ke dalam puisi Ia hendak mengurai kisah, tentang kasih yang patah Pilihannya terlalu biasa, cenderung mengada-ada Entahlah, hanya waktu yang mengetahui; benarkah ia, di dalam sana

Kelak

Siapa yang ingat pada kita Atau sekadar merasa pernah mengenalnya Siapa yang rindu akan kita Atau sekadar merasa ketiadaan tanpanya Pastilah aku Entah denganmu

Bukan Sebuah Kutukan

Angin malamnya terlalu dingin bagi rinduku yang purba. Sedang kasih tiada, berlalu pergi bersama waktu. Adakah ia kan datang, memberi pelukan yang sehangat surya. Atau sebuah kecupan lembut yang menenangkan gelombang pasang di hati. Andai kau baca tulisan ini, sesungguhnya ia sedang mengetuk pintu hatimu, dan mengutuk semua jeruji yang kau bentang di depannya. Tak … Continue reading

Hujan Dalam Hujan

Bermandikan rinai hujan Mata ini bertatapan Lalu bibir saling menautkan Sekejap terbuai dalam pergumulan Tak peduli raga yang kebasahan Sebab rindu mendamba kehangatan Lama sudah memendamkan Jauh telah mengendapkan Angan urung untuk ditahan Ingin melaju tak terhentikan Hati berkehendak melawan Namun birahi menjelma tuan Jadilah kami bocah ingusan Melenguh dalam erangan Lepas segala ikatan Hasrat … Continue reading