Sungguh Aku

Aku sedang menonton televisi berlayar besar, di dalam kepala, yang tengah menayangkan sebuah film dokumenter berjudul: kamu.   Kamu yang dipanggil waktu hingga muskil bertemu. Lalu terlahir kembali sebagai rindu, dan rajin datang bertamu.   Maka biarkan aku mengucap doa, untuk mengecupmu di salah satu bilik surga.                 … Continue reading