29/2/2012 — 01:40

Sudah selarut ini, dan mata saya masih belum terpejam. Padahal lampu kamar telah sedari tadi dipadamkan. Bayanganmu masih terlalu terang di pandangan saya. Lagu lama yang saya siapkan sebagai pengantar tidur pun jadi tak berguna. Rindu menyanyikan sepi yang jauh lebih riuh di dalam kepala. Saya tak ingin melawan, sebab hanya akan berujung sia-sia, seperti … Continue reading

Bahagialah, Karena Aku Mencintaimu

Aku terus melempar senyum pada mereka yang hadir. Sesekali kulirik jam tangan, makin tak sabar rasanya menanti penghulu datang. Gadis itu tersenyum padaku. Ia begitu cantik dalam balutan gaun pengantinnya. Jantungku berdegup kencang. Aku merasa gugup, melebihi saat pertemuan pertama kami dulu. Sudah tiga tahun berlalu semenjak peristiwa itu. Di matanya kulihat kebahagiaan terpancar. Aku … Continue reading

Bahagia Untuk Siapa?

Setengah jam menjelang keberangkatan. Kami duduk di ruang tunggu bandara yang cukup ramai dan sesak. Tak ada pembicaraan, seolah terlalu sibuk dengan pikiran di kepala masing-masing. Nining berulangkali melirik jam tangannya, ia nampak begitu gelisah. “Tenanglah, semua akan baik-baik saja.” Kucoba memecah kebisuan diantara kami. “Semoga saja.” Bisiknya sambil menyandarkan kepala di bahuku. “Pasti ada … Continue reading

Karena Sebuah Lagu

Dear Lebah Madu. Tanpa sengaja, pagi ini dalam perjalanan dengan sebuah angkot, saya mendengar lagu yang punya banyak cerita menggelikan buat kita; Main Hati, oleh Andra and The Backbone. Apa kamu masih mengingat? Dulu saya pernah menyanyikan lagu tersebut pada kencan kita yang pertama? Ketika itu, kamu bertanya kenapa saya memilih lagu tersebut. Kamu berpikiran … Continue reading