Serupa Kamu

Entah seberapa banyaknya kata yang tengah bergumul di dalam kepala saya ketika ini, mereka berebut untuk terpilih lalu dituliskan. Namun yang pasti, segalanya bermuasal dari kamu. Iya, kamu. Cerita yang tak baru, namun tak pernah sudah untuk sampai di penutupnya. Menggantung di tiap-tiap cemas yang larut bersama malam, untuk kemudian diterbitkan pagi sebagai doa-doa baik yang memintakan jawab; atas segala rindu dan pelbagai ragu.

Memilih bukanlah pekerjaan yang mudah. Sebagaimana melupakan. Terkadang butuh kesabaran ekstra banyak, biar semua angan bisa sejalan dengan segala yang diinginkan waktu. Saya, dan itulah kata yang pertama terpilih. Kenapa Saya? Tidak lain karena, kamu.

Selalu ada yang pertama untuk setiap hal bukan. Mungkin menyenangkan untuk jadi yang pertama, namun tidak selalu menenangkan. Saya telah menuliskan begitu panjang riwayat, setiap lembarnya ditandai dengan usia yang kian bertambah. Sedangkan kamu, masih menjadi rahasia kata yang bersembunyi entah di halaman berapa. Kepada kamu, saya telah sediakan kamu tempat ke tiga.

Sebelum kamu bertanya, saya akan beri jawaban yang singkat. Kenapa ke tiga? Sebab yang kedua adalah mencintai. Saya sudah menemukan, tapi belum sepenuhnya memiliki. Kelak, saat saya telah berhasil mengumpulkan segala kemampuan pun kemapanan, saya akan meminang kamu sebagai pelengkap penyudah dari segala risau yang mempermainkan saya sekarang ini.

Saya Mencintai Kamu. Sepertinya indah, serupa kamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: