Menunggu Berlalu

kepada seseorang yang sedang menunggu,

sedari pagi di kotaku hujan turun dengan derasnya
sesekali datang angin dan berulangkali dingin
selalu ada kamu pada keduanya
sebagai derap angan dan juga harap ingin

dari beranda terlihat halaman mulai tergenang
kusesap lagi segelas kopi yang ibu seduhkan
manisnya tentangmu pelan-pelan terkenang
serta beberapa cemas yang rindu bubuhkan

selang dari beberapa diam dan sesaat ingatan
kumulai menuliskan sepucuk surat ini
teruntukmu yang jauh di rantau dalam penantian
bagaimanakah kabarnya kini?

aku berharap kebaikan selalu memelukmu
dalam hangat lengan waktu yang menenangkan
hingga segala gusarmu
tentang kita terninabobokan

percayalah cintaku
sebagaimana hujan ini
waktupun pasti akan berlalu
dan kaupun akan kutemui
di suatu senja ungu
pada seperti yang kita nanti

maka tanamlah sabar dalam tiap doa
serta usahlah menghitung hari
karena kelak pasti akan tiba masanya
jadi tak perlu kau menyiksa diri

sebelum surat ini kuakhiri
ada sesuatu yang ingin kuminta padamu
kecuplah dengan pelan surat ini
setelahnya ucapkanlah kau mencintaiku
dengan menatap langit tiga kali
biar mendung tak lagi menggelayut di kotaku
dan aku bisa melihat matahari
yang cerah sebagaimana indahmu

dan tolong sampaikan kecup dariku
kepada cintaku yang sedang membaca surat ini
katakan padanya aku tengah memandang langit di kotaku
dan mengatakan ini tiga kali

aku mencintaimu
aku juga mencintaimu
aku juga selalu mencintaimu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: