Sungguh Aku

Aku sedang menonton televisi berlayar besar, di dalam kepala,

yang tengah menayangkan sebuah film dokumenter berjudul: kamu.

 

Kamu yang dipanggil waktu

hingga muskil bertemu.

Lalu terlahir kembali sebagai rindu,

dan rajin datang bertamu.

 

Maka biarkan aku mengucap doa,

untuk mengecupmu di salah satu bilik surga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: