Semu Bertemu

Ialah masa;
Hamparan padang luas tanpa batas,
padanya kejadian demi kejadian tumbuh,
mengakar ke dalam ingatan,
menjulang tinggi hingga langit kenangan.

Adalah rasa;
Pahit dan manis berucap salam,
seraya memperkenalkan diri.
Berilah senyum pada kawan baru,
baik buruknya itu perkara nanti.

***

Anak-anak kecemasan mulai terbangun,
dari tiap-tiap mimpi buruk yang kau kutuk.
Wajah-wajah mereka pucat pasi,
gurat-gurat kehilangan memancar di kosong matanya.
Lengan-lengannya memeluk erat ketiadaan,
bayang-bayang.

***

Perjamuan sepi segera digelar.
Sunyi sudah bersiap diri,
untuk menjadi tuan rumah bagi rindu terlantar.
Di depan pintu masuk,
beberapa sesal jadi penanti tamu,
Sesekali mata mereka melirik,
sembari mencari mantan kekasihnya.

***

Mungkin lebih baik untuk tidak mengetahui,
ketimbang harus menyimpan rahasia,
dan bersembunyi dibalik kepura-puraan.
Maka enyahlah segala getir,
dia pasti baik-baik saja.
Jadi tidak ada alasan,
untuk merasakan dia kembali

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: