Kamu Jangan Nakal Ya

Hey, lebah madu πŸ™‚

Kali ini, saya tidak akan menanyakan kabar mu. Bukan, bukan karena saya tidak ingin mengetahuinya. Hanya saja, saya sangat yakin kamu sedang sangat bahagia sekarang.

Dari sini, saya bisa melihat dengan jelas kamu tersenyum. Sebuah senyum yang selalu saja bisa meluluhkan, dan mengundang untuk dirindukan. Benar begitu, bukan? Ah, sepertinya saya terlalu sok tahu dan mengada-ngada πŸ™‚

Oh iya, kemarin saya bertemu dengan mama di sebuah pusat perbelanjaan. Beliau nampak sehat, kami hanya sempat berbincang sebentar. Sebab beliau sedang bergegas, karena sudah ditunggu teman-temannya. Beliau mengundang saya untuk datang ke rumah, akan ada arisan keluarga katanya hari ini. Beliau juga bilang akan memasak ‘samba itiak lado ijau’. Dan itu kesukaan saya! Ah, kedengarannya sangat enak dan menggoda :9

Untunglah, hari ini saya tidak punya kesibukan yang berarti. Sehingga saya bisa berkunjung. Sudah cukup lama juga saya tidak datang ke sana. Terakhir kali sewaktu Natal kemarin.

Saya sudah tidak sabar. Saya juga tidak ingin datang terlambat. Ngomong-ngomong, apa kamu punya pesan yang ingin dititipkan? Nanti kamu bisikkan ke saja kepada saya setelah membaca surat ini πŸ™‚

Sekian dulu surat saya ini, lain kali saya akan lanjutkan. Surat ini saya taruh di bawah bingkai fotomu yang ini ya. Setelah saya pergi, kamu bisa membacanya.

Baiklah, saya akan berangkat sekarang. Kamu jangan nakal ya di surga. Nanti malam, jikalau sempat berkunjunglah ke mimpi saya. Saya tunggu πŸ™‚

Kecup rindu dari beruang madumu ❀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: