Permisi…

Rasa-rasanya malam tak pernah sebegini dingin, dan rindu pun tak pernah sebegitu ingin; di depan kapel ini, saya ingin mengetuk pintu, semoga kamu tidak terkejut dengan kedatangan saya.

Saya masih mengingat dengan jelas, betapa seringnya saya duduk di halaman yang lapang ini. Menunggu kamu selesai memanjatkan doa-doa.

Hari ini, saya datang kembali. Bukan lagi untuk menunggu kamu. Saya datang membawa beberapa doa, meminta kepada-Nya untuk disampaikan kepada kamu.

Selamat malam, Engkau yang penuh kasih.
Memang kita belum terlalu akrab. Tapi saya sudah banyak mendengar banyak cerita tentang Engkau, dari kekasihku.

Andai boleh saya meminta sesuatu kepada-Mu, sampaikanlah pesan saya pada dia yang telah Engkau bawa pulang ke rumah-Mu yang abadi. Mohon katakan padanya, saya merindukannya.

Hanya itu permintaan saya. Selebihnya, saya percaya Engkau telah menjaga dan memberinya kebahagiaan melebihi yang dapat saya berikan, bahkan melebihi siapapun yang ada di dunia ini.

Terima kasih. Saya pamit. Maaf, jika saya hanya bertamu di halaman rumah-Mu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: