Ah, Sialan!

“Bagaimana setelah hari ini?”

“Bahkan aku tidak berani membayangkannya.” Ujar gadis itu seraya menghela nafasnya.

“Memang sulit dibayangkan. Sedari awal harusnya memang diakhiri.”

“Apakah kau menyesali segala yang telahh terjadi?” Matanya menerawang kosong padaku..

“Tidak. Aku tidak pernah menyesalinya. Hanya saja, aku merasa sedikit kecewa.”

“Sudah kuduga.”

“Maksudmu?”

“Cinta itu bukannya tanpa pilihan. Namun seringkali ia memberi pilihan yang sama-sama tidak pantas untuk dipilih.”

Gadis itu tersenyum. “Sudahlah. Jangan kau coba lagi membuatku terkesan dengan kata-katamu. Aku tidak ingin jatuh cinta untuk kedua kalinya padamu.”

“Jangan memujiku.” Pria itu menuangkan kopi ke dalam cangkir.

Oh, tidak. Jangan kopi lagi. Terlambat, panasnya sudah menjalari tubuhku! Sial, kenapa tidak cepat saja kalian putuskan?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: