Lebih Dari Penjajah

“Permisi Mbah, sepertinya Si Mbok harus segera dipindahkan”.

“Memangnya kenapa harus dipindah ya, Pak?” Mbah Tardjo bertanya dengan reaksi penuh rasa heran.

“Terpaksa Mbah, pemakaman ini akan segera digusur. Pemerintah

berencana mengembangkan daerah ini. Jadi makam ini harus segera direlokasi.”

*****

“Jadi ini balasan kalian?” Dalam usia 83 tahun, masih tampak keberanian seorang prajurit dalam diri Mbah Tardjo. Ia berdiri paling depan, menghadang petugas yang akan mengeksekusi makam.

“Dulu kami berjuang, berperang pertaruhkan nyawa untuk mengusir penjajah! Demi kemerdekaan negara ini! Sekarang, setelah kalian menikmati semua, kalian bahkan tidak memberikan kami sebidang tanah saja untuk berkubur. Sesungguhnya kalian itu lebih bengis dari penjajah!!”

Percuma, alat-alat berat itu tak punya hati untuk mendengar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: