Ada Kamu Di Dalam Sini

♬Aku sadari kau harus pergi, tinggalkan diriku, menggapai semua cita♪

Pada akhirnya, semua angan saya tidak sejalan dengan segala inginmu. Kita, yang digadang-gadang bakal menutup cerita dengan bahagia, malah memulai kisah luka yang tak berkesudahan. Cita dan cinta, memilih jalannya masing-masing; berseberangan, urung beriringan.

♬Aku sadari, ku harus sendiri, jalani hidupku, tanpa dirimu♪

Ada banyak hal yang sangat sulit untuk dimengerti, namun begitu mudah dirasai. Kehilangan telah memberi banyak dugaan, serta kecemasan acapkali meminta air mata sebagai imbalan. Rindu pun tak mau ketinggalan, ia tak henti menjadi poros bagi rotasi kenangan dalam kepala. Ketiadaan kamu, menjadikan segalanya terlalu buruk bagi saya. Bukan, bukan kesedihan yang saya takutkan, keramaianlah yang saya cemaskan; pada siapa saya akan membagi tawa?

♬Ingin kubisikkan kata, yang menemanimu pergi, salam terakhir semoga kau dapat menggapainya♪

Sungguh saya ingin mengumpat, pun menggugat. Akan tetapi, semua pastilah tiada berguna. Segala yang terjadi, pastilah kebaikan yang menemukan jalannya. Takdir memberi pilihan, dan waktu telah menetapkan pilihannya. Amarah, cacian, bahkan dendam, pastilah tak membantu. Maka saya berikan padamu doa yang baik; satu-satunya hadiah perpisahan yang dapat saya beri. Pergilah, ingatlah saya dalam kebaikan. Sebagai seseorang yang pernah kamu rindui, sebagai seseorang yang pernah kamu kasihi.

♬Pulanglah untukku kasih, ku akan selalu menanti, kehadiranmu, selalu kunanti, di sisiku♪

Sesudahnya, saya tidak akan lagi mengharapkan apa-apa. Yang terjadi, biarlah terjadi. Ada rencana baik yang sedang menunggu untuk kita jalani. Jikalau kelak, jalan-jalan kita bersilang dan saling mempertemukan kembali, saya berharap kita akan mengumbar senyum, dengan beberapa sapaan hangat. Tiada sesal, ataupun kesal. Sebab saya telah memberi kamu ruang di hati, dan selamanya akan terus seperti itu. Saya selalu menanti, kabar-kabar baik darimu, tentang kebahagian yang kamu dapati. Berbahagialah, seperti yang kamu cita-citakan. Kekasih, kamu masih yang terkasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: