Beberapa Pikiran Tentang Kamu Subuh Ini

DOLPHIN

1.
Ingatkan aku tentang pertemuan
tentang perjuangan
tentang persandingan
dan tentang perpisahan

Aku masih belum mempercayai:
engkau menjadi ketiadaan pada keberadaanku.

2.
Aku masih mengingat jelas bersih air mukamu
dan menangkap kegugupan yang coba kau sembunyikan
Kau sama sekali tak terlihat seperti orang asing
cinta telah lama menceritakan tentangmu
jauh sebelum pertemuan kita yang pertama

3.
Mencintaimu,
serupa membaca garis takdirku
Begitu banyak rahasia
namun aku enggan untuk bertanya
kapan akhir dari semua

4.
“Jangan mencintaiku untuk selamanya.”
ujarmu suatu ketika
Tenanglah,
hari ini aku tidak lagi mencintaimu
aku hanya memiliki bagian dirimu yang tersisa
rindu.

5.
Kekasih,
Usia mungkin menyerah pada maut
Namun cinta
takkan sekalipun ia bertekuk lutut

 

 

ENTAH GUGATAN

Kekasih,
aku merapal kata-kata
untuk mencari jalan menuju kamu
pemilik rindu
pemeluk candu

Kau adalah keajaiban
ketika cahaya menjelma zat
menjadi rumah bagi cinta
untuk berpulang

Kemudian waktu
perlahan meniadakan kamu
dengan kabut perpisahan
hitam
kelam menuju pekat
Aku berteriak mencari tuhan
tak ada satupun yang menyahut
kemana mereka
dimana lantang segala firman
yang mempersengketakan kita
pada masa terdahulu

Aku hilang
untuk kesekian yang tak terbilang

Ingin rasanya untuk menertawakan
keadaan ini sungguh teramat lucu
Siapa kini yang menjadi kawan
sepertinya semua telah menjelma lawan

Kekasih yang terlanjur pergi
aku bukannya sedang menyesali
ini hanyalah kamuflase
dari angkuhku yang sedang menangisi
tak ingin seorangpun mengetahui

 

 

ANNA

Ada matahari yang terbit di matanya
hangat penuh kelembutan

Ada matahari yang cerah pada senyumnya
Rekah dalam kesantunan

Ada matahari yang disimpan dalam hatinya
suar cinta penuntunku pulang

Aku suka caranya memandang
Aku suka caranya tersenyum
Aku suka caranya berbincang
Aku suka caranya membuatku tak pernah tidak menyukainya

Gadis manis asa bertumpu
Tegar berdiri menantang getir
Meski tubuh bergetar
Tak sekalipun ingin beringsut pudar

Ketika saling menggengam
Dunia hanyalah secuil peradaban
Kami adalah semesta raya
Penguasa harap

Siapa sangka
Siapa menduga

Mimpi keburu terjaga
Nyata bertitah lain
Lengan waktu memberi sekat
Maut ambil bagian di tengah cerita

Ia tidak pernah pergi meninggalkan
Hanya aku yang tak berani mengikutinya

Mungkin tak sekarang
Mungkin nanti
Mungkin kelak
Mungkin entah
Mungkin tidak

 

 

KENANGAN PADA SEPENGGAL DOA

Aku menghadapkan wajah ke ufuk barat
bersujud memintakan kamu
Tanpa benar-benar mengetahui
akankah ketiadaan kembali berada di sisi

Aku bersujud dengan nafas yang disenggalkan
seolah kepayahan dalam derita
Berharap iba dari dia yang entah
untuk belas kasih yang tak jelas

Sungguh saya tidak mengetahui
Seperti apakah doa yang baik
Untuk kekasih yang mati
dan ia berada di rumah tuhan
yang tidak saya kenal

Advertisements
Comments
2 Responses to “Beberapa Pikiran Tentang Kamu Subuh Ini”
  1. doadoakecil says:

    Om benji…
    4.
    “Jangan mencintaiku untuk selamanya.”
    ujarmu suatu ketika
    Tenanglah,
    hari ini aku tidak lagi mencintaimu
    aku hanya memiliki bagian dirimu yang tersisa
    rindu.

    Ini keren.. Demi apapun..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: