Rindu, Internet, dan Hujan

Sekarang pukul berapakah di sana?

Sudah jauh lewat tengah malam di sini, dan saya masih belum bisa tertidur. Bagaimana dengan kamu, Cinta. Masihkah kamu terjaga, atau mungkin sekarang kamu sudah sampai, dan menunggu saya di sebuah sudut mimpi –tempat biasa kita bertemu?

Menurut perkiraan saya, kamu masih terjaga sekarang. Sebab, saya merasakan deru nafasmu begitu dekat menyapa telinga saya, bersama semilir angin malam menjelang pagi ini. Apa gerangan yang membuatmu masih terbangun, Cinta?

Adakah yang kamu rasakan serupa dengan saya; rindu. Saya merindukan kamu, dan semakin menjadi-jadi usai membaca sepenggal puisi di garis waktu twitter. Ah, andai kamu bisa membaca juga. Kenapa kamu tidak membuat akun twitter saja?

Kamu bisa meminta sambungan internet kan? Biar kita bisa bermain-main kata di sana. Saya rasa itu bukanlah hal yang sangat sulit bagi-Nya untuk mengabulkan. Setidaknya, saya bisa melihat kamu lalu-lalang dan berkicau di garis waktu, dan itu pastilah membuat saya merasa tenang. Pasti saya tidak akan merasa sangat kesepian, ketika kantuk enggan menyambangi.

Hahahaha. Sepertinya saya mulai meracau tak karuan. Pastilah di surga terdapat begitu banyak hal yang lebih mengagumkan dari sekadar internet. Saya pun masih selalu mempercayai, kamu memiliki cara-cara hebat untuk menemani sepi saya.

Subhanallah. Tiba-tiba hujan mengetuk atap rumah. Pertanda apakah ini? Mungkinkah isyarat darimu, Cinta?

Kamu membuat saya semakin gila sekarang. Apa sebenarnya yang sedang kamu lakukan di sana. Kamu membuat saya terheran-heran ketika menuliskan ini.

Baiklah, saya tidak sabar untuk meminta penjelasanmu. Saya akan mencoba tidur sekarang. Semoga kamu tidak lupa tentang janji kita semalam, untuk bertemu kembali di sudut mimpi yang sama.

Sebelum terlupa, ternyata Tuhan-mu mengabulkan lebih dari sekadar internet. Dia menyampaikan sesuatu yang mungkin jawaban dari kamu; atas racauan saya malam ini. Sampaikan salam saya pada-Nya. Serta ucapan terima kasih, sebab Ia tidak mengabaikan saya.

Selamat tidur, Cinta. Di tengah-tengah surga dan dunia, saya menunggumu — pada kebun-kebun mimpi berbunga doa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: