Cinta Segitiga

Diam-diam, aku membuntutinya. Langkah gadis itu kian cepat, tergesa-gesa. “Selingkuhannya pasti sudah menunggu!”

Ia berbelok masuk ke dalam lift. Sial, tak mungkin aku mengikuti ke sana. Tak hilang akal, aku berlari menuju tangga. “Aku harus mendapatkannya!”

Kemana dia. Aku kehilangan jejak. Kamar yang mana? Kususuri lorong remang hotel. Sambil mengingat-ingat pesan pendek yang kubaca di ponselnya tadi pagi. 107. “Itu dia.”

Bergegas aku mencari kamar itu. Jantungku berdegup kencang. Kini aku berdiri tepat di depan pintu kamar mereka. Kena kau, gadis binal!

“Apa-apaan ini?” Teriak gadis itu terkejut.

“Kalian?!” Jantungku serasa berhenti. Suamiku bergegas melepas cumbuannya dari gadis itu, anak kami.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: