Meng-CoPas Tweet Sendiri

— Seiring langkahmu yang kian jauh, hatiku perlahan rapuh.

— Kita pernah menyuarakan cinta, lalu tetiba bisu tersumpal dusta.

— Kehilangan, tak pernah mengambil apa-apa. Ia malah memberi rindu, pun sesal, sebagai karib paling setia.

— Aku memandang waktu di belakang, dan berucap doa kau kembali pulang.

— Dari jeda detik ke detik, terdengar isakmu yang membuat bergidik. Sebab apa kau menangis Cinta, tidakkah dia menjagamu dari luka?

— Kau pernah mengatasnamakan saling cinta, kemudian menggarisbawahinya dengan silang tak setia.

— Doa-doa sudah kuucapkan, dosa-dosa pun telah kucukupkan. Kamu yang pergi, bergegaslah pulang lagi.

— Hatiku rumah, yang kan selalu menyambutmu dengan ramah.

— Cinta bersemi, sebab kita bersama. Luka berkunjung, setelah dia yang lain kau sanjung.

— Pada cinta aku bertuhan, dan karena cintamulah aku sanggup bertahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: