Pada Sebuah Hari Di Tanggal Ini

Dear, Kamu yang berulang tahun hari ini.

Seperti biasa, kutuliskan sebuah surat untukmu. Namun kali ini sedikit berbeda, aku menulisnya di sini, bukan pada secarik kertas yang kemudian kulipat menjadi pesawat, lalu menerbangkannya ke danau. Sekarang aku tidak ingin menerbangkannya, aku ingin menyimpan dengan rapi, kalau-kalau suatu hari nanti kau ingin membaca semuanya.Ini adalah surat ketiga yang kutulis untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukmu.

Sekarang usiamu sudah 25 tahun. Aku masih ingat tentang rencana-rencana besar yang kau persiapkan saat usiamu menginjak seperempat abad. Kau ingin menjadi seorang arsitek, membangun sebuah rumah sederhana untuk kedua orang tuamu, lalu membangun sebuah rumah mungil yang kelak kita tempati berdua. Aku juga masih ingat, kau berjanji akan pandai memasak dan membuatku memuji masakanmu. Kau tidak ingin lagi aku membandingkan masakan ibuku. Ah, aku masih mengingat semua percakapan hebat kita setiap kali kau hendak meniup lilin di kue ulang tahunmu.

Ulang tahunmu kali ini, bertepatan dengn hari sabtu. Dulu kita sering merayakannya dengan bepergian ke luar kota. Kau selalu senang ketika aku mengajakmu ke danau ini. Mendirikan tenda dan bermalam di pinggiran danau seraya menyaksikan bintang dan bulan. Kau juga selalu memintaku membuat api unggun, dan mengajakku berkeliling seperti dalam film-film india.

Tapi hari ini, aku merayakan ulang tahunmu sendirian. Aku masih berkunjung ke danau yang dulu sering kita datangi. Semua masih sama, seperti saat kita ke sini terakhir kali. Hanya saja ada beberapa bangunan baru di sini. Tempat yang selalu kau pilih dulu juga sudah menjadi taman bunga.

Sepertinya aku tidak tahu lagi akan menuliskan apa, walau di kepalaku ada banyak hal yang ingin kuceritakan padamu. Tapi semua menjadi teramat sulit untuk disampaikan. Aku yakin kau pasti mengerti kenapa aku menjadi seperti ini.

Baiklah. Aku ingin mngucapkan selamat ulang tahun sekali lagi untukmu. Semoga kau damai di sana, dan bersabar menantikan aku datang untuk memberikan kecupan selamat ulang tahun untukmu. Tidak akan lama lagi, hari ini saja waktu sudah berkurang sepersekian detik. Aku merasa kian dekat menujumu.

Baik-baiklah di sana. Jika kau melihatku sekarang, semoga kau tidak berpikiran macam-macam. Aku masih menjaga diri dengan sebaik mungkin seperti yang selalu kau pinta, dulu.

Sekian dulu suratku kali ini. Lain kali akan kuceritakan lebih banyak lagi. Oh iya, kemarin aku bertemu adikmu sewaktu berziarah ke makammu. Hubungan kami semakin membaik. Kau tak perlu khawatir lagi.

Salam sayang penuh kasih untukmu, Cinta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: