Pertemuan Untuk Perpisahan

Ia masih cantik seperti dulu. Senyumnya yang dingin dan beku, membuatku terkenang pada pertemuan terakhir kami.

Tak banyak yang kuingat dari kejadian beberapa bulan lalu. Selain rasa canggung dan keasingan. Bagaimana tidak, setelah lima tahun menjalin cinta, kami harus berpisah karena ia dijodohkan.

Situasi yang sulit. Hingga akhirnya kami menyerah, lalu memutuskan untuk berpisah.

“Kami sudah bercerai.”

“Maksudmu?” Tanyaku heran.

“Ciumlah dia. Demi aku.” Pinta lelaki itu.

Aku menggeleng.

“Hanya ini yang bisa kuberikan untuk membahagiakannya.” Ujar mantan suaminya lirih. “Ia pasti bahagia di sana.”

Air mataku meluruh. Kugenggam jenazah perempuan itu; cinta pertamaku.

“Apa yang harus kulakukan?” Aku membatin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: