29/2/2012 — 01:40

Sudah selarut ini, dan mata saya masih belum terpejam.

Padahal lampu kamar telah sedari tadi dipadamkan. Bayanganmu masih terlalu terang di pandangan saya.

Lagu lama yang saya siapkan sebagai pengantar tidur pun jadi tak berguna. Rindu menyanyikan sepi yang jauh lebih riuh di dalam kepala.

Saya tak ingin melawan, sebab hanya akan berujung sia-sia, seperti yang sudah-sudah.

Tidurpun takkan membantu sekarang. Ia hanya akan memberi mimpi yang masih akan tentang kamu.

Maka saya biarkan saja semua berjalan seperti kehendaknya. Kehendak siapa? Entahlah. Mungkin waktu, takdir, atau siapapun lah itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: