Bahagialah, Karena Aku Mencintaimu

Aku terus melempar senyum pada mereka yang hadir. Sesekali kulirik jam tangan, makin tak sabar rasanya menanti penghulu datang.

Gadis itu tersenyum padaku. Ia begitu cantik dalam balutan gaun pengantinnya. Jantungku berdegup kencang. Aku merasa gugup, melebihi saat pertemuan pertama kami dulu. Sudah tiga tahun berlalu semenjak peristiwa itu.

Di matanya kulihat kebahagiaan terpancar. Aku tak ingin berlama-lama memandangnya. Jangan sampai rasa gugup ini merusak semua. Untunglah, penghulu segera datang. Waktu yang ditunggu akhirnya tiba.

Mendadak seisi ruangan hening. Ketika pria itu mengucapkan ijab kabul untuk menikahi mantan pacarku.

Aku masih berusaha tersenyum, seolah-olah sekarang tidak terjadi apa-apa dengan hatiku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: