Suatu Waktu Di Pantai Air Manis

Lautan biru terhampar luas di depan. Butiran pasir berkilau diterpa matahari senja. Serta semilir angin tak henti bertiup sejuk. Sungguh saat yang tepat untuk membunuh waktu.

Di satu bibir pantai, sekumpulan bocah sedang membangun istana pasir. Tangan mereka bergerak cekatan. Berpacu dengan waktu, sebelum pasang tiba menghancurkannya.

Ada pula sepasang kekasih bercengkrama di bawah pohon kelapa. Senyum tak lepas dari bibir mereka. Namun ada kecemasan di mata keduanya. Sebab waktu akan segera memisahkan mereka, selepas surya tenggelam.

Dari kejauhan, seorang ibu berjalan bersama anak lelakinya. Jadilah anak baik, jangan durhaka seperti dia. Ujar si ibu, sewaktu berhenti di depan patungku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: