Bukan Surat Cinta Romantis

Apa kabarmu, Cinta?
Pada hati yang manakah kini kau terjatuh?
Adakah bahagia di sana?
Dan air matamu tak lagi meluruh?

Seperti biasa, pertanyaan-pertanyaan semacam itu selalu ada dalam pikiranku, setiapkali merindukanmu.

Mungkin kecemasanku saja yang terlalu berlebihan. Selalu menganggap dirimu bagai putri dalam dongeng lama; selalu butuh perlindungan dari setiap penyamun yang mengintainya.

Sedang aku tak pernah menyadari, semua hal yang kulakukan, nyatanya tidak melindungi, namun malah melukaimu. Kujadikan engkau layaknya boneka, sebagai penghias egoku.

Bodohnya aku sekarang; masih saja berpikiran hati yang tengah kau diami tidak lebih baik dariku, takkan mampu membahagiakanmu.

Maafkan aku, Cinta.
Kini, melalui surat ini, aku hanya berharap kau temukan semua kebaikan, yang tak pernah kau dapati dariku.
Serta bahagiamu nyata, tak sekadar mimpi yang dulu selalu aku sirnakan.

Tolong sampaikan salamku, kepada waktu.
Dulu aku terlalu menyia-nyiakannya, sehingga kini aku kehilanganmu.

Di penghujung surat ini, aku ingin kau mengetahui, bahwa di sebuah hati yang penuh rindu, ada seseorang yang selalu menunggu kedatanganmu, aku.

Sekian dulu, suratku untukmu Cinta.
Rindu ini sudah terlalu gelisah, setiapkali membaca namamu yang tertulis di surat ini.

Salam penuh rindu, untuk cintaku, Sari.
Dari aku yang tertinggal di masa lalu.

Advertisements
Comments
2 Responses to “Bukan Surat Cinta Romantis”
  1. Aury says:

    Like this..Memang benar2 bukÀn §Ùrat cinta romaÑti§,,tp isinya nyentuh banget..huhuhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: