Bukan Sebuah Kutukan

Angin malamnya terlalu dingin bagi rinduku yang purba.
Sedang kasih tiada, berlalu pergi bersama waktu.
Adakah ia kan datang, memberi pelukan yang sehangat surya.
Atau sebuah kecupan lembut yang menenangkan gelombang pasang di hati.

Andai kau baca tulisan ini, sesungguhnya ia sedang mengetuk pintu hatimu, dan mengutuk semua jeruji yang kau bentang di depannya.

Tak perlu kau merasa risih, ini hanyalah curahan pilu yang menjelma aksara-aksara mati.
Mereka takkan mengancam, pun memburu ketenangan surga yang kini kau punya.
Mereka hanya sekedar berikan isyarat, perihal kisah yang sempat hadir meski sesaat.

Sebab ingatan tentangmu, kisah patah kita, telah kukekalkan dalam ingatan, kuabadikan dalam puisi-puisi yang sejatinya.

Advertisements
Comments
2 Responses to “Bukan Sebuah Kutukan”
  1. R says:

    paragraf pertama “menenagkan”
    paragraf terakhir “kukelkan”

    *naluri editor bekerja*

    Nice poem. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: