Aku Bukan Untukmu

Dua hari kemudian

“Jadi kau tetap diam dan tidak mau memberi penjelasan?”

Aku hanya diam, benar-benar tidak tahu harus mejawab pertanyaannya.

“Baiklah, aku tidak akan bertanya lagi. Terima kasih untuk semua perbuatanmu.” Gadis itu bergegas pergi.

Hari itu

“Maaf, aku tidak bisa menerimanya jadi istriku.”

Sontak semua tamu yang hadir heran mendengar jawabanku. “Apa maksudmu, Anakku?” Pendeta bertanya. “Aku tidak mau menikahinya, Bapa. Semua batal.”

Calon istriku pun menghampiri, meminta penjelasan. “Terserah kau berpikir apapun. Tapi aku tidak mau lagi menikahimu!” Hardikku padanya, lalu berlalu meninggalkan gereja.

Satu hari sebelumnya

Duniaku seketika hancur, mendengar vonis AIDS yang disampaikan oleh dokter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: