Berpacu Di Jalanan

“Aman, Bro?”

“Tenang, buruan. Gue juga ga tahan nih.”

“Santai, Bro, nanggung nih.”

***

“Sumpah demi apapun, aku tidak pernah berhubungan dengan lelaki lain.”

“Lantas, bagaimana mungkin kau hamil. Apa Jibril yang menitipkanmu bayi itu? Aku tidak sebodoh itu!”

***

“Sepi amat. Laki semua, kalaupun cewek paling banter emak-emak.”

“Hahaha. Sabar, Bro. Belum rejeki kita.”

“Bahasa lo, gue suka, re-je-ki.”

***

“Kita putus. Aku tak mau menikah dengan wanita hina seperti kamu.”

“Aku memang tidak bisa membuktikan, tapi aku benar-benar tidak pernah selingkuh.”

“Bayi dalam perutmu itu apa namanya?!”

***

“Nah, rejeki kita datang, Bro. Cewek muda yang kecelakaan.”

“Mantap, siapa duluan nih yang nyicipinnya.”

“Lo aja, biar gue yang nyetir.”

“Tapi pelan-pelan bawa ambulannya”

Advertisements
Comments
2 Responses to “Berpacu Di Jalanan”
  1. ajeka says:

    keren! X)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: