Masa Orientasi

Kukecup bibir mungilnya. “Kau manis sekali.”

“Aku takut ketahuan senior yang lain, Kak.” Ia tampak cemas.

“Tenang saja, takkan ada yang tahu. Lagipula aku ketua panitia masa orientasi.”

Ia mengangguk, berangsur tenang. Kali ini aku lumat bibirnya lebih lama, ia mulai merespon, tak lagi pasif seperti tadi.

“Jangan Kak.” Sergahnya ketika aku mulai membuka kancing seragamnya. “Aku malu.”

“Kenapa malu, cuma ada kita berdua dalam toilet ini.” Aku berusaha merayunya. Ia menyingkarkan tangannya.

“Pelan-pelan, Kak. Geli.” Nafasnya mulai tersenggal ketika lidahku mulai menjelajahi putingnya.

*****

Kami berpapasan di koridor kelas, saling melempar senyum. “Ganjen deh, junior cewek disenyumin terus.” Temanku meledek.

“Karena cewek lebih bisa ngertiin kita yang cewek-cewek ini.” Timpalku, merekapun tertawa.

Advertisements
Comments
4 Responses to “Masa Orientasi”
  1. ajeka says:

    selalu ada twist di akhir ceritanya. kakak harus bikin buku kak, harus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: