Andai Saja

“Kek, cocok gak?”

Aku tersedak, kenapa jaket almamater itu bisa ditemukan oleh cucuku. “Sedikit kebesaran.” Jawabku.

“Tadi aku tak sengaja menemukannya di gudang ketika bermain.” Ia tersenyum ke arahku. Sejak dikembalikan oleh Pratiwi — mantan pacarku, jaket itu kusimpan di gudang. Sebab banyak kenangan buruk ada bersamanya.

“Oh iya, Kek. Ini ada surat di dalamnya.”

“Surat?” Tanyaku dalam hati dan mengambil surat beramplop lusuh itu.

“Aku yakin kau takkan datang. Tapi aku cuma ingin menyampaikan, datanglah besok ke pelabuhan jika kau benar-benar menginginkanku. Pratiwi.”

Aku terperanjat membacanya. “Jadi hari itu dia cuma ingin menguji perasaanku. Ah, kenapa aku tidak menyadarinya.” Aku benar-benar menyesal, selama ini berpikir dia memilih pergi meninggalkanku saat itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: