Pernikahanku

Di hari yang istimewa ini, calon suamiku terlihat begitu tampan, setelan jas yang ia kenakan kian menambah pesona dirinya. “Tidak sia-sia aku memilihnya.” Gumamku dalam hati ketika ia mulai menjabat tangan penghulu.

Sekarang tibalah saat yang paling menegangkan, ritual sakral dalam prosesi pernikahan; ijab kabul.

“Saya terima nikah dan kawinnya Ananda Fitri Binti Sulaeman Yazid dengan mas kawin seperangkat alat shalat, dibayar tunai.” Ia menjawab dengan sangat lancar ijab dari penghulu. Lega rasanya. Hal yang kucemaskan tidak terjadi, aku sempat berpikir dia akan terbata-bata melakukannya.

“Bagaimana saksi, sah?”

“Sabar sayang, jangan bikin kegaduhan ya.” Aku coba menenangkan bayi yang menendang-nendang dalam perutku. Pasti dia keberatan jika pria itu yang jadi ayahnya.

Advertisements
Comments
2 Responses to “Pernikahanku”
  1. sheno world says:

    singkat tapi langsung tepat tujuan, wow great!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: