Damailah Sayang

Tiga hari setelah kejadian itu.

Kami kian dekat, tak ada lagi pertengkaran. Ia sangat tenang sekarang, senyum lebih sering menghiasi bibirnya.

Sehari sebelum kejadian itu.

“Dasar sinting! Pergi sana, urus saja pria-priamu yang hina itu!” Suaranya keras menghardik, setelah ia menemukan foto-foto mesraku bersama beberapa lelaki.

“Maafkan, aku!”

“Maaf? Makan saja maafmu! Kita selesai!” Ia pergi meninggalkanku, aku tak kuasa menahannya.

Hari itu.

“Sorry, Bro. Kami tidak sengaja. Dia datang dan langsung bikin rusuh.” Aku tertegun melihat gadis itu. Dia pacarku, dan terkapar bersimbah darah, botol bir menancap di perutnya.

“Bereskan segera, jangan sampai ada orang tahu, apa lagi polisi!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: