Tidak Pernah Berkenalan

“Terima kasih, karena kau sempat menemani hidupku.”

“Meski tak lama, aku akan mengingatmu dalam kebaikan.” Kulihat mendung mulai bergelayutan di matanya. Aku segera berpamitan, aku tak ingin ia melihat air mataku meluruh. Kami berpisah di depan rumah orang tuanya, setelah aku menjatuhkan talak padanya.

*****

“Luar biasa!” Kucoba mengatur nafas kembali, setelah ledakan birahi yang sangat hebat. “Aku sangat senang, jika kau merasa puas.” Ia tersenyum, sembari mengenakan kembali daster tidurnya.

“Kau memang istri idamanku, ini yang membuatku mati-matian dulu mengejarmu.” Kurengkuh ia ke dalam pelukanku. Menikmati sisa-sisa letupan cinta setelah pergumulan tadi. “Peluklah aku. Malam segera berakhir.” Bisiknya lembut di telingaku.

“Aku akan mendekapmu, sangat erat. Semoga pagi tidak akan pernah datang. Hingga malam akan mengekalkan kita.” Kukecup lembut keningnya, ia pun memejamkan mata. “Aku tidak pernah membayangkan ini akan berakhir.” Ujarnya lirih.

*****

“Baiklah, aku setuju. Satu malam saja.” Suaranya bergetar di sela tangis yang terisak.

Kudekati dia dan coba merangkulnya. “Terima kasih, sayangku. Kau bersedia memberiku kesempatan untuk yang terakhir kali.”

“Semoga ini bisa membantu, dan melancarkan semua.” Ia sudah mulai tenang, tak lagi histeris seperti saat pertama menemukan kitab milikku dari dalam lemari.

“Pasti sangat berat, tapi aku menerima semua keputusanmu. Andai saja Tuhan kita saling mengenal.” Bisikku, air matanya meluruh tiba-tiba.

“Andai saja kau benar-benar tulus mengenal Tuhanku, bukannya pura-pura mengenal dan memeluk-Nya demi untuk menikahiku. Kau telah menghianatiku, dan juga Tuhanmu.” Ia menatapku sayu.

“Lekaslah kembali pada-Nya, dan besok kembalikan aku pada orang tuaku, seperti saat dulu kau menikahiku.”

P.S. : Andai tuhan kita saling mengenal, terinspirasi dari sajak seseorang di twitter yang saya lupa akun penulisnya.

Advertisements
Comments
4 Responses to “Tidak Pernah Berkenalan”
  1. Diira_ says:

    Wow…. I feel so sad om… 😦

  2. anjriiiiit, sumpah merinding baca ini brad.
    kereeeennn!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: