Kau Yang Kedua

Aku pernah berteman lama dengan luka
Senantiasa bersama selalu berdua
Tiada satupun duka yang luput kami baca
Meski akhirnya selalu meluruhkan air mata

Tertatih kucoba menata kembali hidup
Melangkah jauhi senyap
Walau jalan di depan teramat gelap
Seberkas sinarlah yang kuharap

Hingga kutemukan setangkup asa
Luar biasa dalam ke-biasaannya
Semangatiku untuk merajut rasa
Kembali berdiri menegakkan kepala

Tapi semua hanyalah mimpi
Bunga tidur yang membuai
Sirna kala datangnya pagi
Serupa embun terhapus mentari

Begitu semu
Kumpulan ilusi palsu
Menyilaukan mata hingga tertipu
Tuk kemudian menyihir hati hingga kelu

Dan akupun kembali terjatuh
Sendirian mengaduh
Yang lain hanya menoleh acuh
Tak sedikit yang menjauh

Apa yang ia lakukan sekarang
Tertawa riang
Atau mungkin menari dan menggelinjang
Merayakan ego mereka yang menang

Entahlah, aku tak tahu
Bermainlah di semua musim yang kau mau
Kelak semua kan jadi milikmu
Kecuali satu;
Kesedihanku yang terlanjur mengabu
(Jogjakarta, 16/07/2011 • 02:53 WIB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: