Gadis Pemerah Susu

“Yup, tinggal satu ekor lagi”, lega rasanya. Aku tengah memerah sapi terakhir untuk hari ini.

Setelah membereskan semua, aku bersiap-siap pulang. Badanku penat, memerah susu 50 ekor sapi itu sangatlah melelahkan.

“Kalau dipikir-pikir aneh juga ya, apa enaknya coba memerah susu, tapi kenapa pria suka banget. Belum lagi wanita-wanita bodoh itu, mereka melenguh seperti cacing kepanasan waktu digituin?” gumamku menuju gudang untuk mengganti baju.

*****

Aku mencoba membuka mata, kurasakan sesosok sedang menindihku. Mataku berat untuk membuka, kepala belakangku sakit sekali, sepertinya ada sesuatu benda menghantamnya tadi.

Tapi sangat aneh rasanya, dadaku hangat, rasa geli menjalari seluruh tubuh. Sebuah benda lunak sedang menjilati putingku sebelah kanan, dan sebuah tangan meremas-remas dadaku yang kiri, tubuhku semakin panas, nafasku memburu, vaginaku berdenyut-denyut. Oh, apa ini??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: