Firasat

“Lihat ikan-ikan itu, mereka begitu gemuk, dagingnya pasti tebal. Pas buat santapan makan siang kita.”

“Tapi Jon, mereka pasti susah ditangkap. Apalagi mereka jauh di bawah”, kucoba mencegah niat Joni — kekasihku, untuk menangkap ikan di sungai itu.

“Sayang, kau lupa? Aku Joni, yang terkuat dan paling tampan di sini.”

“Tapi ini berbahaya Jon, kita cari makanan lain saja,” sepertinya kata-kataku tak berguna.

Joni pergi menghampiri ikan-ikan itu, dengan penuh percaya diri. Aku tahu, bukan perkara sulit baginya, tapi kali ini firasatku mengatakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

“Dorrr….” kulihat joni terkapar, peluru pemburu itu bersarang di kepalanya.

“Wah, kita dapat elang botak yang gemuk hari ini,” aku hanya bisa menangis dan bersembunyi di pohon. Tak ingin pemburu itu melihat keberadaanku juga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: