Tertangkap Basah

“Dasar jalang!! Tidak pernah bisa melihat lubang menganggur”, tiba-tiba ia menghardikku.

“Tapi sayang…”, aku berusaha menjelaskan keadaan sebenarnya.

“Apa, kau tak suka dengan perkataanku? Atau mau berkelit dengan berbagai alasan! Kemarin aku masih coba menahan diri, tapi tidak kali ini. Karena aku sudah melihat dengan mata dan kepalaku sendiri. Kau bersetubuh dengannya”, ia tak memberiku kesempatan untuk menjelaskan.

“Sabar sayang, aku terpaksa melakukan semua itu”

“Terpaksa? Kau bilang terpaksa, bukannya kau menikmati bersenggama dengannya. Tidak perlu munafik”, pacarku benar-benar terbakar cemburu.

“Maaf, saya cuma meminta bantuan pasangan Anda, untuk memberikan saya nafkah batin untuk menghidupkan jiwa saya. Pasangan saya menghilang entah kemana”, akhirnya ponsel yang sedari tadi aku cas angkat bicara, coba menjelaskan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: