Suka Tapi Tak Ingin

“Jangan sampai kesana!”, kutepis tangannya yang menyusup ke dalam rokku”.

“Kenapa Ratna? Kamu tidak suka?”.

“Aku wanita normal, tentu aku menginginkan itu, tapi tidak dengan cara seperti ini”, ia menatapku tajam.

“Ayolah Sayang?”, ia mendorongku hingga tersungkur di sofa.

“Stop, hentikan!”, tapi ia sama sekali tak peduli dengan penolakanku, tangannya telah sampai di selangkanganku.

“Cukup, ini sudah terlalu jauh, aku tak suka lagi”, kata-kataku terhenti saat tamparannya mendarat di pipiku.

“Diam! Aku bosan dengan dadamu saja! Setahun tak dilayani ibumu yang lumpuh itu menyiksaku, dasar janda munafik!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: