Maaf

“Tuh kan, lipstikku jadi berantakan!”, aku melotot padanya.

“Tapi aku masih ingin bersamamu Sayang”.

“Lihat, jam berapa ini, aku bisa telat ke kantor”, kuhindari bibirnya yang terus coba mencium. “Apa masih kurang semalaman kau menikmati tubuhku, biarkan aku bekerja sekarang?”.

“Nanti aku pulang cepat, kau bisa mendapatkan semuanya, tidak hanya bibirku!!”, akupun bergegas meninggalkannya.

*****

“Duluan aja, aku mau ke toilet dulu”, jawabku pada rina yang mengajakku naik lift. Aku tidak percaya diri kalau harus ikut bersamanya, apalagi pimpinanku juga ada di dalam sana.

*****

“Dasar, bikin repot saja”, gerutuku setelah selesai memperbaiki lipstik di toilet.

“Kenapa Pak, kok pada panik semua?” “Lift yang dinaiki bapak pimpinan kandas, Mbak”, jawaban satpam itu membuat dadaku sesak.

“Suamiku, maafkan aku karena telah kesal padamu pagi ini”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: