Apa Ada Bedanya?

“Apa-apaan ini Siska!! Jadi kamu adalah anak dari wanita ini? Batalkan semua rencana ini, aku tidak rela anakku menikah denganmu. Apalagi berbesan dengan seorang germo seperti Ibumu”.

“Aku memang seorang germo yang hina, sampah masyarakat. Lantas kau ini harus disebut apa? Pria hidung belang yang suka mengencani pelacur-pelacur di tempatku, mencari kesengan. Apa istri dan anakmu tau perihal semua?”, aku serang balik laki-laki itu. Dia terhenyak, mungkin ia lupa di sini ada istri dan anaknya.

“Apa maksudmu Lidya, kau jangan ngaco, bicara sembarangan menuduhku”.

“Menuduh kau bilang. Ternyata kau memang sangat bodoh Herman. Jika kau bilang aku menuduhmu, lalu darimana kau tahu namaku, bagaimana kau mengetahui aku ini seorang germo, bisa kau jelaskan pada kami semua disini?”, wajahnya yang tadi angkuh kini mendadak pucat.

“Baiklah, sekarang aku serahkan semua pada mereka, biar mereka yang memutuskan. Sekarang semua kenyataan telah terungkap, tentunya akan lebih banyak pertimbangan”, sejurus aku berlalu meninggalkan mereka.

“Maafkan Ibu, Anakku. Karena telah mempersulit kebahagianmu”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: